Kampung
Labanan Makarti

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi
Kampung Labanan Makarti Rencanakan Pembangunan Pusat Kegiatan Perekonomian dan Hiburan Rakyat Kampung Labanan Makarti Rencanakan Pembangunan Pusat Kegiatan Perekonomian dan Hiburan Rakyat Labanan Makarti Raih Juara Pertama Lomba Desa Tingkat Nasional Regional III Kalimantan-Sulawesi Tahun 2023 Labanan Makarti Raih Juara Pertama Lomba Desa Tingkat Nasional Regional III Kalimantan-Sulawesi Tahun 2023

Info

Berita / Artikel

Ribuan Warga Padati Tabligh Akbar Maulid Nabi Bersama K.H. Ahmad Muwafiq di Labanan Makarti

Labanan Makarti, Teluk Bayur – Kampung Labanan Makarti, Kecamatan Teluk Bayur, menjadi pusat perhatian warga se-Kabupaten Berau pada Minggu malam, 23 Agustus 2026. Lapangan Bina Taruna dipadati ribuan jamaah yang hadir dalam acara Tabligh Akbar dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dengan penceramah K.H. Ahmad Muwafiq. Acara yang digelar bakda Isya ini mengangkat tema "Cinta Rasulullah SAW sebagai Pondasi Moral Generasi Masa Kini dan Generasi yang Akan Datang".

Dihadiri Unsur Forkopimda

Acara ini bukan sekadar pengajian kampung biasa. Selain warga Labanan Makarti, hadir pula jajaran pemerintah desa setempat, Camat Teluk Bayur, Wakil Bupati Berau, perwakilan Kapolres dan Kapolsek, perwakilan Dandim dan Danramil, serta Ketua DPRD Berau. Dalam sambutan pembukanya, K.H. Ahmad Muwafiq sempat menyinggung dengan nada guyon bahwa kehadiran para pejabat kabupaten hingga ke acara kampung ini tak lepas dari nama Teluk Bayur yang sudah dikenal luas lewat lagu daerah "Teluk Bayur".

Makna Peringatan Maulid: Momentum Introspeksi Diri

Membuka ceramahnya, K.H. Ahmad Muwafiq mengajak jamaah merenungkan hakikat kelahiran manusia sebagai sesuatu yang sepenuhnya menjadi kehendak Allah — mulai dari jenis kelamin, orang tua, suku bangsa, hingga zaman kelahirannya. Menurutnya, momentum Maulid Nabi adalah kesempatan untuk mengukur diri: bahwa umat hari ini dilahirkan di zaman yang tugasnya hanya "memperingati dan menceritakan", berbeda dengan generasi sahabat Nabi yang justru dilahirkan untuk mendampingi perjuangan Rasulullah secara langsung, atau generasi pejuang kemerdekaan 1945 yang harus mempertaruhkan nyawa demi bendera Merah Putih.

Asal-Usul Tradisi Muludan (Maulid) dan Makanan Berkah

Salah satu bagian penting ceramah mengupas sejarah tradisi maulid yang identik dengan makan bersama atau yang di berbagai daerah disebut "muludan". Ia menjelaskan bahwa tradisi ini bersumber dari kebiasaan para sahabat Nabi yang saling memasak dan berbagi makanan setiap kali Rasulullah berpuasa memperingati hari kelahirannya sendiri pada hari Senin. Doa "Allahumma barik" yang dipanjatkan Rasulullah atas makanan tersebut, menurutnya, menjadi asal mula konsep makanan barokah yang hingga kini melekat dalam tradisi masyarakat, termasuk di Nusantara.

Sejarah Munculnya Pidato dalam Peringatan Maulid

K.H. Ahmad Muwafiq juga memaparkan sejarah munculnya unsur pidato atau ceramah dalam peringatan maulid, yang menurutnya bermula pada masa Salahuddin Al-Ayyubi menghadapi tantangan perang dari Raja Richard "Lionheart" di Anthakiyah. Untuk membangkitkan semangat pasukan Muslim yang saat itu gentar menghadapi kekuatan lawan, para ulama menempuh tiga strategi: ziarah ke makam para syuhada, dzikir dan istighasah, serta penulisan dan pembacaan sirah (sejarah hidup) Nabi Muhammad SAW. Strategi ketiga inilah yang kemudian melahirkan tradisi maulid dengan pidato sejarah kenabian seperti yang berkembang hingga sekarang.

Islam Nusantara dan Peran Para Wali

Dalam bagian lain ceramahnya, Kiai Muwafiq mengulas panjang lebar tentang penyebaran Islam di Nusantara yang dilakukan oleh para wali, bukan oleh pedagang, karena posisi wali dinilai setara dengan kasta Brahmana dalam struktur masyarakat Hindu-Buddha saat itu. Ia menjelaskan bagaimana ajaran Islam kemudian berakulturasi dengan budaya lokal — mulai dari bentuk pakaian, tradisi ziarah ke gunung sebagai simbol ibadah haji lokal, hingga kesenian gamelan — tanpa mengubah rukun iman dan rukun Islam yang tetap sama di seluruh dunia.

Ia turut mengangkat sejarah Kalimantan Timur, mulai dari Kerajaan Kutai Kartanegara yang telah berdiri jauh sebelum kelahiran Nabi Muhammad, hingga jejak Kerajaan Tarumanegara dan Kerajaan Mataram Kuno yang disebutnya berakar dari garis keturunan Kalimantan Timur.

Pesan Persatuan, Kerakyatan, dan NKRI

Menjelang akhir ceramah, K.H. Ahmad Muwafiq menegaskan pentingnya konsep "rakyat" yang menurutnya berasal dari istilah Arab ra'iyyah — sebuah gagasan kesetaraan seluruh warga negara tanpa memandang suku, agama, maupun kasta, yang diperkenalkan oleh para wali sebagai adaptasi dari model kepemimpinan Rasulullah di Madinah. Ia mengaitkan konsep ini dengan lahirnya istilah "masyarakat" dari kata musyarakah, serta sistem musyawarah dan perwakilan yang menjadi dasar demokrasi Indonesia.

Ia mengingatkan jamaah bahwa persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah warisan besar para wali yang harus dijaga, mengingat banyak bangsa lain justru terpecah menjadi puluhan negara meski berasal dari rumpun yang sama. Ia juga mengajak jamaah untuk lebih menghargai dan mengangkat kembali sejarah bangsa sendiri, sebagaimana dilakukan negara-negara lain lewat industri budaya dan hiburannya.

Doa Penutup

Mengakhiri tablighnya, K.H. Ahmad Muwafiq mengajak seluruh jamaah, termasuk para pejabat yang hadir maupun tidak hadir, untuk senantiasa diberi amanah, kesehatan, dan kekuatan dalam memimpin umat. Ia juga menyelipkan doa agar hujan segera turun di wilayah tersebut. Acara ditutup dengan doa bersama dan salawat kepada Nabi Muhammad SAW.


Narasi ini disusun berdasarkan hasil transkripsi rekaman ceramah Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW bersama K.H. Ahmad Muwafiq di Kampung Labanan Makarti, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, 23 Agustus 2026.

Video Facebook
Video Youtube

Beri Komentar

Komentar Facebook

layananmandiri

Hubungi Aparatur Kampung Untuk mendapatkan PIN

Statistik Penduduk

Lokasi Kantor Kampung

Alamat:Jl. Dr. Soetomo RT 01 Labanan Makarti
Kampung : Labanan Makarti
Kecamatan : Teluk Bayur
Kabupaten : Berau
Kodepos : 77352

Peta Wilayah Kampung