Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kampung Labanan Makarti, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, masih terus berlangsung sejak siang Kamis (20/8/2026) hingga Jumat malam (21/8/2026). Api yang belum sepenuhnya padam membuat para relawan harus terus bersiaga tanpa henti selama lebih dari 24 jam.
Pada Jumat siang, sekitar pukul 15.22 WITA, sejumlah relawan terpantau tergeletak kelelahan di sela-sela lahan usai berjibaku memadamkan api sejak hari sebelumnya. Bahkan, saking lelahnya, sejumlah relawan dilaporkan sampai terlewat mengikuti salat Jumat karena harus terus berjaga dan memadamkan titik api yang belum kunjung padam.
Menjelang sore, sekitar pukul 16.20 hingga 16.58 WITA, relawan dan petugas dari instansi terkait, termasuk armada tangki air milik UPTD KPHP Berau, terlihat beristirahat sejenak sambil makan di lokasi sebelum melanjutkan patroli. Sepanjang perjalanan patroli, kabut asap tebal masih menyelimuti jalan dan permukiman, membuat jarak pandang terbatas.
Kondisi kembali memburuk pada petang hari. Sekitar pukul 18.30 WITA, asap tebal mulai terlihat mengepul dari pinggir jalan, sebelum akhirnya titik api kembali membesar dan berkobar hebat pada pukul 18.45 hingga 18.48 WITA, menerangi langit dengan cahaya oranye kemerahan di tengah rimbunnya pohon kelapa sawit.
Memasuki malam hari, para relawan dan warga tetap bergerak melakukan patroli gabungan. Bantuan logistik berupa makanan dan perlengkapan terus disalurkan ke titik-titik siaga, sementara relawan bergantian beristirahat di pinggir jalan sembari memantau kemungkinan munculnya titik api baru. Hingga pukul 21.35 WITA, belasan relawan masih terlihat berkumpul dan bersiaga di lokasi.
Hari ini, para relawan dilaporkan masih terus melakukan patroli untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul, mengingat kondisi lahan yang kering dan mudah tersulut kembali. Warga berharap kondisi ini segera membaik dan meminta dukungan tambahan personel maupun peralatan agar penanganan karhutla dapat lebih maksimal.